Tag Archives: kim jaejoong

[ONESHOT] TVXQ – JJ

16 Jun

jj

Kim Tae In sedang berjalan pulang menuju rumahnya setelah seharian bekerja. Jalannya tampak gontai dan langkahnya agak berat. Begitu hampir sampai di depan rumahnya, Tae In pun segera melepas sepatu hak tingginya, yang seharian menyiksanya. Kemudian dia masuk ke dalam rumahnya. “Eomma, aku pulang!”, ucap Tae In pelan. “Oh kamu sudah pulang. Ayo cepat bersihkan dirimu, lalu makan malam dulu”, sahut Ibu Tae In yang langsung keluar dari kamarnya begitu mendapati Tae In pulang kerja. “Aku malas makan, Eomma. Aku mau mandi dan langsung tidur saja”, jawabnya. “Eh, tidak biasanya kamu malas makan”, ujar Ibu Tae In. “Aku sedang tidak mood, Eomma”, Tae In menyahut dan langsung masuk ke kamarnya.
Ditaruhnya tasnya diatas meja belajarnya. Dibukanya Cardigan yang dipakainya dan ditaruh diatas punggung kursi. Lalu saat hendak membuka lemari pakaiannya, Tae In terkejut bukan main mendapati Kim Jaejoong sedang berbaring diatas tempat tidurnya dengan menatap Tae In tanpa berkata apa-apa. “Yah~kamu mengagetkanku saja! Aku pikir hantu!”, teriak Tae In. “Aku capek menunggumu sejak tadi”, sahut Jaejoong. “Tidak bisakah kamu menunggu diluar, kenapa harus dikamarku! Lagipula aku tidak menyuruhmu untuk datang kemari!”, omel Tae In. “Lalu sms yang aku terima kemarin lusa itu apa yang isinya miss you?”, ujar Jaejoong pura-pura tak mengerti. “Yang mana? Aku tidak merasa mengirim sms”, Tae In mengelak dan memasang tampang polos. Jaejoong beranjak dari tidurnya dan berdiri disebelah Tae In, lalu berbisik, “Kamu itu benar-benar tidak pandai berbohong”. “Aku tidak bohong. Sudahlah, aku mau mandi dan tidur. Sebaiknya kamu cepat pulang sebelum Manajermu mencarimu. Lagipula aku khawatir sasaeng fansmu akan mengikutimu sampai kemari, lalu membunuhku”, ujar Tae In yang langsung keluar dari kamarnya dan masuk ke kamar mandi.
Selesai mandi, Tae In kembali masuk ke kamarnya. Dia mendapati Jaejoong yang sudah tidak ada dikamarnya. Tae In segera keluar kamar untuk mencari Jaejoong. “Eomma, apa dia benar-benar sudah pulang?”, tanya Tae In pada ibunya. Sementara itu ibu Tae In hanya diam saja tak menjawab pertanyaan anaknya itu. “Kamu mencariku ternyata hahaha..”, ujar Jaejoong yang tiba-tiba muncul dihadapannya sambil membawa segelas air minum. “Tidak, aku tidak mencarimu”, elak Tae In. “Noona memang selalu berbohong. Padahal dia selalu berkata kalau dia rindu padamu, Hyung”, celetuk Tae Jun, adik Tae In. “Anak kecil tahu apa! Cepat tidur sana, ini sudah hampir jam 10 malam!”, teriak Tae In.
***
Jaejoong mengajak Tae In keluar untuk menghirup udara malam. Sudah hampir setengah tahun mereka tidak bertemu karena tuntutan pekerjaan Jaejoong yang padat sebagai kpop idol. Tae In tidak pernah ingin bertemu Jaejoong, karena khawatir pertemuan mereka terekspos wartawan. Tae In lebih senang hanya dengan mengetahui kalau Jaejoong baik-baik saja. Namun Jaejoong tidak berpikir seperti itu, dia rela diam-diam kabur saat libur hanya untuk mendatangi Tae In.
“Apa benar-benar tidak ada yang mengenalimu saat kamu keluar?”, tanya Tae In cemas. “Aku rasa tidak ada”, sahut Jaejoong. “Jawabanmu sangat tidak meyakinkan”, komentar Tae In. “Jawabanku sudah benar”, ucap Jaejoong.
Kaki Tae In sebenarnya masih terasa capek setelah bekerja seharian pekerjaan mondar-mandir dikantor. Tapi karena Jaejoong mengajaknya jalan-jalan, dia tak kuasa menolaknya. Apalagi sangat jarang baginya untuk bisa bertemu dengannya. Jaejoong menghentikan langkahnya dan berkata, “Kita makan dulu. Kamu belum makan malam bukan?”. “Aku sedang malas makan. Itu~kita makan ramen saja!”, seru Tae In seraya menunjuk pedagang mie di pinggir jalan. “Malas makan apanya, bilang saja kamu lapar!”, sindir Jaejoong. “Iya aku lapar, Eomma. Ayo kita makan ramen!”, rengek Tae In. “Ya baiklah!”, Jaejoong setuju. “Eomma baik sekali haha..”. “Berhenti memanggilku begitu!”, sungut Jaejoong, sementara itu Tae In hanya tertawa.
Mereka pun menghampiri pedagang ramen yang hanya berjualan dimalam hari itu. Tae In memesan cola untuk dirinya sendiri, sedangkan Jaejoong memesan teh. Awalnya Jaejoong ingin memesan soju, tetapi Tae In melarangnya. “Kamu ingin minum cola-ku?”, tanya Tae In pada Jaejoong. “Kamu meledekku, hah!”, seru Jaejoong. “Hahaha..tenang saja, kamu tidak akan pingsan lagi”, ledek Tae In. “Aish~jauhkan minuman itu dariku!”, teriaknya. Tae In hanya tertawa melihat ekspresi Jaejoong yang ketakutan dengan Cola. Jaejoong memang mempunyai phobia terhadap Cola. Dulu dia pernah mengikuti kompetisi minum Coca Cola, tetapi dia jatuh pingsan setelah meminumnya. Sejak saat itu dia jadi phobia terhadap Cola.
“Hah hah hah.. Kenapa ramenku pedas sekali!?”, teriak Tae In begitu memakan ramen yang ada dihadapannya. Jaejoong yang melihat Tae In kepedasan hanya tertawa saja. “Kamu yang menukarnya ya! Sialan! Aku kan tidak suka pedas! Kamu ingin membunuhku, hah!”, sewot Tae In. “Hahaha.. Ini tidak pedas”, ujar Jaejoong yang langsung menukar kembali ramennya. “Kamu itu maniak pedas, sedangkan aku tidak, dasar bodoh!”, omel Tae In.
Selesai makan ramen, Jaejoong kembali mengantar Tae In pulang kerumahnya. Mereka berjalan kaki menuju rumah Tae In yang letaknya tak terlalu jauh. “Apa kakimu sakit?”, tanya Jaejoong. “Tidak, aku baik-baik saja”, jawab Tae In. “Kamu berbohong lagi”, kata Jaejoong. “Hehehe..sebenarnya sedikit capek saja. Kalau begitu gendong aku sampai rumah”, pinta Tae In. “Aish, tubuhmu itu berat”, sindir Jaejoong. “Tidak, aku ini langsing. Jadi tentu saja ringan!”, protes Tae In. Tae In merengek minta digendong sambil berupaya naik ke atas punggung Jaejoong. Akhirnya Jaejoong pun mengalah, “Ya baiklah, cepat naik!”. Kemudian Jaejoong menggendong Tae In ke punggungnya. Tae In tertawa senang bisa membodohi Jaejoong. “Kamu benar-benar berat, kamu tahu!”, omel Jaejoong. “Jangan berisik, cepat jalan!”, perintah Tae In. Jaejoong hanya mendengus kesal. “Joongie~”, gumam Tae In pelan. “Hmm~ apa?”. “Bernyanyilah untukku”. “Eh? Sekarang?”. “Tidak, tahun depan! Tentu saja sekarang!”. “Kamu harus membayarku dulu! Aku ini idol paling tampan se-korea dengan suara paling indah, kamu tahu!”. “Kamu ini narsis sekali! Aku mengantuk, aku ingin kamu bernyanyi agar aku cepat tidur haha..”. “Enak saja! Kamu menyuruhku bernyanyi hanya untuk meninabobokanmu!”. “Kamu ini benar-benar cerewet seperti ibu-ibu! Ya sudah jangan bernyanyi! Suara Junsu masih lebih bagus darimu!”. Kemudian tiba-tiba Jaejoong bernyanyi. Dia menyanyikan lagu soundtrack drama yang pernah dibintanginya, lagu yang menjadi lagu favorit Tae In, I’ll Protect You. Tae In segera ikut terhanyut begitu mendengar suara Jaejoong yang lembut. Dia terdiam mendengarkan baik-baik saat Jaejoong bernyanyi. “Kyaaa~bagus sekali! Aku suka!”, seru Tae In sambil bertepuk tangan begitu Jaejoong selesai bernyanyi. “Tentu saja! Itulah sebabnya aku menjadi idola nomor satumu”, sahut Jaejoong tertawa. “Biasa, narsismu kambuh!”, ujar Tae In mencela Jaejoong. “Tae In-ah, terima kasih kamu selalu mengerti aku selama ini. Punggungku ini akan selalu kusediakan untukmu, kapanpun kamu mau. Dan aku ingin selalu bernyanyi untukmu, kapanpun kamu memintanya”.

Iklan
%d blogger menyukai ini: