JYJ [ONESHOT] – Yoochun – Because I’m In Love

11 Jun

yoochun-mickyfan-MPM-MickyHousey-4

Han Suji atau yang biasa dipanggil Suzy, sedang asik menikmati makan malamnya dengan semangkuk ramen disebuah minimart 24 jam sambil sesekali menatap hujan ke arah luar jendela. Suzy baru saja pulang mengajar di SMA Inha. Namun karena ditengah jalan hujan turun dengan derasnya dan dia tidak membawa payung, dia pun mampir ke sebuah minimart untuk berteduh. Hari ini cukup melelahkan baginya. Menghadapi murid-murid SMA bukanlah pekerjaan mudah, yang hanya seorang guru baru yang masih belum berpengalaman. Salah seorang muridnya yang bernama Park Yoohwan adalah salah satu dari sekian murid yang seringkali membuat kepalanya berdenyut karena ulahnya. Anak itu seringkali menyatakan cintanya pada Suzy, bahkan mengajaknya menikah setelah dia lulus. Bahkan dia juga kerapkali mengajak Suzy untuk kencan dengannya, yang tentunya selalu dia tolak.
Suzy menghela napasnya dengan berat. Hujan belum berhenti dan masih menyisakan gerimis. Dilihatnya jam tangan yang melingkar dipergelangan tangannya, hampir menunjukkan pukul 8 malam. Ramennya sudah habis sejak tadi, tapi dirinya masih tertahan di minimart. Diteguknya secangkir teh hangat didepannya hingga habis. Lalu dia pun beranjak pergi dari situ. Saat hendak berjalan keluar pintu minimart, tubuhnya bertabrakan dengan seorang pria yang hendak masuk ke dalam minimart, hingga ponsel keduanya terjatuh dilantai. Pria tersebut menutup mulut dan hidungnya dengan syal hitam. “Apa Nona baik-baik saja? Maaf, aku tidak sengaja”, ucapnya pelan. “Tidak apa-apa. Aku yang minta maaf karena tak melihat anda masuk”, sahut Suzy. Lalu Suzy mengambil ponselnya yang terjatuh itu dan segera keluar dari minimart.
***
“Selamat pagi, Noona!”, sapa Yoohwan tersenyum cerah pada Suzy yang sedang menuju sekolah. “Anak bodoh, berhentilah memanggilku Noona! Ini disekolah!”, omel Suzy. “Tapi aku menyukainya. Noona Noona Noona jadilah kekasihku”, ujar Yoohwan dengan nada bernyanyi. Suzy pun hendak melayangkan tangannya untuk memukul kepala Yoohwan, yang kemudian ditangkapnya dan diciumnya tangan Suzy. Segera saja Suzy menghempaskan tangannya dari genggaman Yoohwan dan berjalan mendahuluinya. Dia bergegas menuju ruang kantornya. Kemudian tiba-tiba ponselnya berdering dan Suzy merasa ringtone hp-nya berbeda dari sebelumnya. Lalu dilihatnya layar ponsel tersebut untuk melihat siapa yang menghubunginya. Dan tertera angka-angka yang sepertinya tak asing baginya. Ini nomorku, pekiknya dalam hati. Suzy berpikir berarti ponsel ini bukanlah miliknya. Bagaimana bisa tertukar, pikirnya. Dia pun segera mengangkat telpon itu. “Halo.. Ah, akhirnya tersambung juga!”, seru suara seorang pria diujung telpon. “Halo..”, sahut Suzy. “Sejak semalam saya berusaha untuk menghubungi anda, tapi selalu tidak aktif. Maaf Nona, sepertinya anda telah membawa ponsel saya, sementara ponsel anda ada pada saya”, ujarnya. “Ah maafkan saya. Saya tidak sengaja”, ucap Suzy. “Tidak apa-apa, Nona. Bisakah anda memberitahukan alamat anda agar saya dapat mengembalikan ponsel anda?”, tanyanya. “Tapi saya sedang mengajar. Bagaimana kalau kita bertemu saat jam makan siang saja?”, kata Suzy. “Baiklah kalau begitu. Saya akan sms-kan alamat dimana kita akan bertemu nanti ya? Terima kasih, Nona”, ujarnya. “Saya yang seharusnya berterima kasih dan maaf karena saya telah membawa ponsel anda”, jawab Suzy. Pria itu hanya berkata tidak apa-apa dan lalu menutup pembicaraan.
***
Suzy menemui pria itu disebuah restoran daging didaerah yongsan. Saat Suzy masuk, pria itu segera melambaikan tangannya memberitahukan keberadaannya. Lalu Suzy menghampirinya dan duduk dihadapannya. “Ini ponsel anda”, ujar Suzy yang langsung menyerahkan ponsel pria itu. Dia mengucapkan terima kasih seraya tersenyum menerimanya dan juga menyodorkan ponsel Suzy. Suzy pun berterima kasih sambil menerimanya dan hendak beranjak pergi sebelum ditahannya. “Ehm~bukankah ini sudah jam makan siang? Sebaiknya anda makan saja dulu. Aku sudah memesan dua porsi”, ucapnya. Kemudian seorang pelayan datang membawakan sup daging yang dipesan pria itu. “Ayo duduklah Nona Han! Tenang saja, biar saya yang mentraktirmu”, ujarnya. Suzy hanya diam termangu. “Duduklah, kumohon”, pintanya. Akhirnya Suzy duduk kembali di kursinya. Lalu dia mengenalkan dirinya yang bernama Park Yoochun dan bekerja sebagai seorang arsitek. Mereka mengobrol banyak dan sesekali mereka tertawa saat merasa obrolan mereka tersebut lucu. Walaupun ini merupakan pertemuan pertama mereka, tapi karena sifat dasar Yoochun yang atraktif dan ramah, itu membuat Suzy merasa nyaman.
***
Suzy merebahkan tubuhnya diatas tempat tidurnya sambil membuka galeri ponselnya. Namun tiba-tiba dia menemukan foto Yoochun yang sedang tertidur dengan mulut menganga lebar. Suzy pun tertawa melihatnya. “Aku baru saja menemukan ini”, Suzy mengirim pesan pada Yoochun disertai foto tersebut. Yoochun pun segera membalas pesan Suzy dan mengatakan kalau itu pasti ulah adiknya. Yoochun pernah berkata kalau dia ingin mengenalkannya pada adiknya. Setelah beberapa bulan berkenalan, mereka akhirnya menjadi sepasang kekasih. Yoochun menyatakan perasaannya saat kencan peratama mereka di taman di daerah myeonggi-dong. Yoochun berkata kalau ia ingin mengenalkannya pada adiknya esok hari, dimana mereka janji bertemu di kafe Cojje.
Keesokkan harinya seperti yang dijanjikan, Suzy pun datang ke kafe Cojjee, tempat favorit mereka berdua. Suzy masuk ke kafe dan Yoochun sudah menunggunya disana sendirian. Suzy bertanya apakah adiknya tidak jadi datang. Yoochun menjawab kalau dia sedang dalam perjalanan. “Maaf hyung, aku terlambat. Miss Han!”, celetuk seseorang. Suzy agak terkejut mengetahui kalau Yoohwan adalah adik Yoochun. “Hyung, jadi.. Kenapa kau merebut wanita yang kusuka, Hyung! Aku tidak bisa menerimanya!”, teriak Yoohwan yang segera pergi dari situ.
Semenjak hari itu Suzy dilema. Bahkan sudah beberapa hari ini Yoohwan pun berubah sikap padanya, dingin. Begitu pula sikap Suzy yang berubah menjadi pendiam dan sering melamun, karena sudah seminggu tidak menghubunginya. Yoohwan yang melihat Suzy seperti itu jadi merasa bersalah.
“Aku akan kembali ke California besok pagi. Aku ada pekerjaan disana dan mungkin aku tidak akan kembali lagi kesini. Kalau kau mencintai Suzy, aku akan merelakannya untukmu”, ujar Yoochun pada Yoohwan dari balik pintu kamarnya, yang baru saja masuk ke kamar. Yoohwan mendengarnya,tapi dia pura-pura tak mendengar.
***
“Dia akan pergi ke California hari ini dan aku tidak tahu apa dia akan kembali lagi atau tidak. Apa kau tidak ingin mengejarnya? Waktumu hanya satu jam dari sekarang”, beritahu Yoohwan. Tentu saja ini membuat Suzy terhenyak. “Sepertinya kau puas memisahkan kami”, gumam Suzy dengan mata berkaca-kaca. “Aku minta maaf. Aku terlalu egois. Ayo cepat kita susul kakakku! Aku akan mengantarmu!”, seru Yoohwan. Yoohwan mengantar Suzy hingga bandara. Begitu sampai di bandara, Suzy segera berlari mencari Yoochun. Dia berteriak memanggil-manggil namanya. Akhirnya Suzy menemukan Yoochun, yang hampir saja masuk ke gate entrace. Suzy meneriaki namanya hingga Yoochun menghentikan langkahnya dan menoleh. “Jangan pergi! Kumohon jangan pergi! Aku tak ingin kau pergi!”, ucap Suzy dengan suara bergetar. Yoohwan berdiri tak jauh dibelakang Suzy dan menatap kakaknya itu dengan tersenyum menganggukkan kepalanya pelan. Yoochun yang mengerti maksud adiknya itu hanya tersenyum dan kemudian berlari memeluk Suzy. “Aku harus pergi. Aku ada pekerjaan disana. Aku tidak akan kembali..dalam sebulan. Jadi kau tunggulah aku selama sebulan”, ujar Yoochun tersenyum. “Selama itukah? Bagaimana kalau seminggu saja?”, Suzy menyahut. “Sepertinya ada yang tidak tahan ditinggal lama-lama, seperti anak kecil saja!”, celetuk Yoohwan menimpali. “Kenapa kau mengganggu kemesraan kami, pergi sana!”, ujar Suzy pura-pura mengusir Yoohwan sambil tertawa. “Ya baiklah, aku akan pergi”, kata Yoohwan yang pergi menjauh. “Aku akan kembali setelah pekerjaanku selesai. Kau tunggu aku dan jangan coba-coba mengencani pria lain, seperti Minho! Atau aku akan menceraikanmu!”, ancam Yoochun. “Tapi aku suka Minho. Dia lebih tampan darimu haha..”, sahut Suzy. “Apa kau bilang!? Aish, aku marah!”, sungut Yoochun. “Tapi kaulah yang kucintai”, bisik Suzy yang kemudian mengecup pipi Yoochun. Dan panggilan untuk segera memasuki pesawat pun berkumandang, Yoochun pun segera berpamitan pada Suzy dan mengecupnya singkat.
“Oh iya, hari ini kita tidak usah kembali ke sekolah. Kita pulang ke rumahmu saja, Miss!”, kata Yoohwan yang berjalan disebelah Suzy dan akan mengantarnya pulang. “Mau apa kau ingin kerumahku?”, tanya Suzy. “Mengencani Chaerin, adikmu hahaha..”, sahutnya tertawa. “Apa!? Kau anak bandel, tak akan kubiarkan kau mendekatinya!”, teriak Suzy.

posted by Iyagi

My Sweetest Blood is an ANGEL? (VAMPIRE)

2 Jun

My Sweetest Blood Is an ANGEL

 

 

Author : Ade Sughi

Rating : 15>

Genre : romance, gokil, fantasi dan horor

Cast : Cho Kyuhyun and Yoo Min Jie 306479_356862557755188_2046407778_n

Length : One shoot

Other : tentuin sendiri aja ya ^.^

Langsung aja ya >.

Mian kalo ngawur banyak typo bertebaran dan engga nyambung,maklum masih amatiran karena baru bikin yang oneshoot. dan ini FF kedua setelah MAARY U ^^

No Bash and Happy Reading ^^

No Coppy apalagi sampe Di paste.

Aduh Thor banyak bacot deh lo! Kaya FF loe bagus aja xD

 

 

 

 

“kyuhyun-ah ireonayo! Kyuhyun-ah ireona ppaliwa!”

Suara itu, rasanya suara itu sangat familiar di telingaku. Suara yang lembut dan menggemaskan, tapi itu cukup menganggu rutinitas tidurku yang benar saja ini hampir pukul 01.05 a.m. dan kini ada tangan yang mulai menggoyangnya kan tubuh ku berulang-ulang kali. Karena aku merasa risih ku balikan tubuh ku keasal suara itu, ku kumpulkan semua tenaga untuk membuka mata dan kulihat sepasang mata almond berwarna coklat sedang memperhatikan gerak tubuh ku! Wajah wajah itu sepertinya sangat familiar dengan kehidupan ku, wajah yang kecantikkan nya di luar nalar ku sebagai seorang vampire kini berada di dalam kamar ku menemaniku tidur. Tunggu! Tidur.

“k kau….hah KAU! APA YANG KAU LAKUKAN DI KAMAR KU EOH?” ucap kyuhyun terperonjat kaget saat mendapati seorang yeoja sedang berada di kamar nya dan bahkan tidur disampingnya.

“w wae? Apa ada sesuatu diwajahku eoh?” ucap gadis itu dengan polosnya seraya mendekatkan wajahnya kearahku. Entah apa yang ada di dalam pikiran gadis itu.

‘aiishhh…kau ini polos bodoh atau apa! Apa kau tidak melihat keadaan ku sekarang yang sedang half naked’ gerutu kyuhyun seraya menutupi tubuhnya dengan selimut

“aku dengar itu CHO KYUHYUN! Dan berhentilah memanggilku bodoh. Aku. nama ku Yoo Min Jie. Bukan kah kau yang memberi ku nama itu? Tapi kenapa kau melupakan nya sekarang?” Protes gadis itu panjang lebar dengan sedikit penekanan.

“arrghh…arraseo arraseo! Sekarang bisakah kau keluar aku ingin berganti baju….”

“…………”

“wae? Apa kau ingin melihat ku berganti baju eoh?”

“kau pikir aku tertarik pada tubuh anchovy mu itu hah?”

‘hah..aku lupa! Dia itu seorang malaikat. Mungkin dia sudah terbiasa dengan ini…akkkkhh ini gila!’ gumam kyuhyun

————–skkkiiippp

“kyuhyun-ah…apa aku boleh ikut dengan mu?” ucap gadis itu dengan puppy eyes nya

“kyuhyun-ah…aku bosan! Selama ini aku hanya bias berdiam diri dan terkurung di tempat yang membosankan ini setiap hari. Aku juga kan butuh udara baru!” lanjutnya tapi hanya mendapatkan respon gelengan dari kyuhyun. Yahh..gadis itu memang seperti kerbau yang di cocok hidungnya, ia hanya bisa pasrah dengan keputusan kyuhyun. Yah walau pun sebenarnya ia bisa keluar tanpa di ketahui kyuhyun.

“haahhh..baiklah baiklah! Ikut aku” ucap pria itu dengan nada mengalah

@garden flower

“wwhuuuaaaa…..ini sangat indah! Neomu neomu yeopo kyuhyun-ah!” ucap Gadis itu dengan gummy smile nya.

Tuhan..kenapa kau membuang malaikat secantik dan sepolos dia, sebenarnya kesalahan apa yang dia perbuat hingga Kau membuangnya.

“aku tidak di buang! dan Aku tidak pernah di buang.” Sergah gadis itu yang tiba-tiba sudah ada disamping kyuhyun.

“Aku hanya harus menjalankan tugas ku sebagai seorang malaikat”

“apa tugas mu? Rasanya aku baru mendengar semua itu. Lagi pula saat itu aku menemukan mu 5 bulan yang lalu juga dalam keadaan lemah dan…”

“kalau aku tau tugas ku sebenarnya apa! Mungkin sampai kapan pun aku tidak akan pernah mau di utus untuk turun ke bumi. Kenapa vampire semacam mu tidak mengetahui hal ini eoh?” ucap gadis itu dengan nada meninggi.

“sebaikanya kita pulang! Udara malam tidak bagus untuk malaikat seperti mu”

Aku tahu. Min jie-ah! Aku tahu benar apa yang kau rasakan saat ini. Kau terjebak dalam dunia yang rumit untuk menyelesaikan tugas yang sebelumnya tak kau ketahui apa itu? Dan sebenarnya aku juga sudah melakukan hal bodoh dengan mengajak seorang malaikat untuk masuk kedalam kehidupan vampire yang sejatinya akan di musnahkan oleh malaikat kematiannya. Tapi entah kenapa aku malah berbuat sebaliknya. Aku malah menolong Min jie dari Corvinus yang hendak membunuhnya.

“tidak! Bisakah kau menemaniku lebih lama…disini” Serunya padaku. Terbang ke arahku dan meniupkan kesedihan di sekitar tengkukku.

“hentikan Fraya.” Kataku pelan. Hal yang di lakukannya membuatku merasakan kesedihan pilu yang ia rasakan. Aku sebenarnya tak mengerti, aku bisa saja bebas darinya jika aku menginginkan ia pergi. Tapi aku tak bisa mengusirnya—ada sebuah rasa yang meyakinkanku bahwa gadis ini terlalu penting dan aku harus menolongnya. Ayolah, seorang Cho Kyuhyun tidak memiliki hati.

“mianhae Kyuhyun-ah! Aku pikir dengan seperti ini bisa menghilangkan rasa sedih ku. Dan akhirnya kau memanggilku dengan nama asli ku” Ucap gadis itu, yang kini duduk di kursi kosong sebelahku. Menyilangkan kakinya dan melipat tangannya di depan dada.

“Apa rasanya menjadi vampire dan hidup berabad-abad?” tanyanya dengan pandangan lurus ke depan, menatap ke arah udara yang berkeliaran bebas di sekitarnya. Gadis ini sungguh aneh, bukankah tadi dia marah?

“tidak ada yang special. Aku hanya menjalani takdirku.” Jawabku kaku. Min jie kembali duduk tegak, kini menopang kepalanya menggunakan kedua tangannya. Menatapku penuh arti dan baiklah, dia cantik sekali. Sudah ku bilang bahwa kecantikkannya di luar nalar

“Takdir?” gumamnya. Menoleh ke arahku dan memamerkan gummy smile terbaiknya. “Begitu ya? Jadi apakah menjadi malaikat aneh seperti ini merupakan takdirku?” tanyanya gamang, menantiku untuk menjawab pertanyaannya yang lebih mirip jebakan.

“Tidak. Itu bukan takdirmu. Kau hanya melupakan bagaimana caranya agar kau menerima takdirmu.” Kataku. Berusaha sekeras mungkin untuk tidak menimbulkan spekulasi berlebihan pada dirinya.

“Aku hanya tidak tahu Kyhyun-ah. Aku hanya tidak mengerti kenapa aku bisa menjalankan tugas yang tak ku ketahui untuk apa?.”

Aku berdehem sebentar, memicingkan mata ke arah corvinues yang menatapku dengan pandangan penuh arti. Menerka-nerka apa yang di pikirkan orang itu. Ah tidak vampire gila itu karena aku sama sekali tak bisa membaca pikirannya. Satu-satunya orang yang pikirannya tak terbaca sedikitpun. Aku menggeram sedikit dengan tujuan agar di bisa menjauh. Setidaknya sekarang ini.

“Kau pasti melupakan sesuatu sebelum kau mati. Orang tua kolot biasanya mengatakan hal seperti itu.”

07.50 a.m @garden flower’s

Aku kembali mengalihkan perhatianku pada Fraya. Ia kini mengepalkan tangannya dan meninju-ninju udara seolah sedang berlatih tinju . Sikap Fraya cukup menarik sebenarnya. Dia angkuh, keras kepala dan terkadang menyebalkan. Namun entah mengapa aku merasakan sesuatu yang berbeda dari dirinya. Ada sebuah rasa rindu yang melekat ketika menatap kedua matanya yang berwarna biru saphire.

“sudahlah…lebih baik kita pulang! Kau harus istirahat!” kataku memecah suasana

“hei..aku kan tidak perlu istirahat.mana ada malaikat seperti ku istirahat” ucap nya polos yang mengundang gelak tawaku.

“aahhh…kyuhyun-ah! Apa mungkin aku mengalami amnesai saat terjatuh dari langit? Tapi jika iya, bukankah itu konyol, mana ada malaikat yang amnesia? Setahuku malaikat mati pun tidak ada, yang ada hanya malaikat kematian…”

Aku tertawa pelan nyaris terbahak mendengar perkataannya. Beberapa orang menoleh kearah ku dan menatapku dengan pandangan heran, dan sialnya aku lupa menahan nafas selama seperkian detik. Kerongkonganku benar-benar terbakar, harum tubuh mereka membuatku tak bisa berpikir jernih. Ku cengkeram ujung kursi untuk menahan keinginan menerjang tubuh para manusia itu. Secara tidak sadar aku menggeram, rasanya seperti ada sebuah monster yang sudah kupendam lama ingin menyeruak keluar dari dalam tubuhku.

“kyuhyun-ah… Gwaenchanayo?” tanya sebuah suara dengan nada takut. Seisi taman menatapku dengan heran saat melihatku mencengkeram ujung kursi dengan kuat—terlebih lagi memandang Salah satu pria di ujung sana dengan tatapan ingin membunuh.

Kyuhyun-ah, maafkan aku. Aku tak bermaksud untuk….“ suara Fraya menggema di sekitarku. Rasa haus yang menyakitkan membuatku diriku tak bisa melihat sosok rohnya dengan jelas.

“Siapa saja tolong tahan dia! Eunhyuk-ah tolong dia” Fraya menjerit keras. Namun aku tertawa dalam hati karena apa yang ia lakukan hanya sia-sia. Tidak ada satupun yang akan mendengarnya selain aku dan eunhyuk,…..

“kalian ceroboh.”

Sebuah tangan menarik tubuhku dengan paksa. Mencengkeram kedua pergelangan tanganku dengan kuat lalu dengan sigap menyeret tubuhku ke luar taman itu menuju rumah. Aku sama sekali tidak tahu siapa yang menarikku karena tak ada keberanian untuk menatapnya. Kerongkonganku masih terbakar dan rasa dahaga itu masih menyeruak bebas di sekujur tubuhku. Aku takut saat aku membuka mata aku akan langsung menerjang tubuhnya.

“Dengar, ini bukanlah lelucon yang bisa kau mainkan.” Katanya tiba-tiba dan mendorong tubuhku ke dinding, membuat kepalaku terantuk keras di sana. Aku mengangkat wajahku dan bermaksud untuk menerjang balik ke arah orang yang telah menyeretku. Namun keinginanku langsung lenyap ketika melihat wajahnya terlebih lagi ketika aku menyadari tak ada aroma apapun dari tubuhnya.

“Kau pasti sekarang bertanya-tanya mengapa aku tak memiliki harum semanis seperti manusia lainnya.” Katanya dingin. Mata almond hitam pekat dan rambutnya yang menutupi pelipisnya membuatnya terlihat sangat menakutkan. Ada kegelapan yang sama seperti ku terpancar dari dirinya.

“bukalah mata mu kyuhyun” desisnya. Menahan tangannya yang masih mencengkeram kerah kemejaku dengan kuat.

“eunhyuk-ah. Dari mana kau tau…” seruku heran

“Karena gadis itu menjerit.”

“fraya?” tanyaku heran dan seharusnya aku tahu pasti jawabannya ya. Karena tadi Fraya menjerit ketakutan.

“maaf kyuhyun-ah. Aku tidak tahu lagi harus berbuat apa jadi…”ucap gadis itu menyesal

“pergilah. Menjauh dari tempat ini sekarang. Fraya.”

“sepertinya. Aku tidak bisa terus menerus ada dalam bayang-bayang seorang Cho kyuhyun di tempat bodoh ini”Kata eunhyuk. ia berjalan mendekat ke arahku lagi. Menciptakan jarak beberapa meter dari tempatku berdiri.

“aku tau. Dan sepertinya aku harus membiasakan diriku untuk tidak bergantung padamu…”

“tidak. Tanpa fraya, aku harus kembali membawanya ke Reatres untuk di adili”

Saat itu juga aku merasakan ada sebuah sengatan listrik beribu-ribu volt yang menyambar tubuhku. Ada rasa khawatir yang berlebihan saat Eunhyuk menginginkan Fraya untuk ikut bersamanya agar di adili. Dan merubah Fraya menjadi seorang Neilse. Neilse masih termasuk golongan malaikat, namun jika kalian mengira Neilse adalah sekumpulan Malaikat baik hati yang bisa mengabulkan semua permohonanmu dan memberimu keberuntungan itu pemikiran yang bodoh. Neilse adalah Malaikat terkutuk. Mereka di beri sihir yang kuat namun menggunakannya untuk berbuat kejahatan. Membunuh. Tunggu Neilse di ciptakan bukan untuk membunuh Vampire sejenisku dan eunhyuk, melainkan Neilse di ciptakan untuk mebunuh manusia.

“Ku pikir kau masih memiliki jiwa manusia. Kau tak sepenuhnya vampire yang menuruti ucapan Curare. Tapi aku salah? Kau bahkan lebih hina dari ku” tanyaku mengalihkan. Berada di dekat Eunhyuk ternyata membuatku merasa jauh lebih dingin daripada sebelumnya. Padahal aku nyaris seperti patung es yang hidup.

“Bukan urusanmu.” Jawabnya tegas. Raut wajahnya berubah menjadi lebih kejam dan dingin. “Yang harus kau tahu adalah kau yang menghalangi rencanaku.”

“Maksudmu?”

“Bodoh.” Eunhyuk memutar tubuhnya. Menaruh kedua telapak tangannya di pinggiran wastafel lalu memandangku dari balik cermin yang menghadap ke arahku. “Eksistensimu berada di dunia ini ada alasannya bukan? Seorang vampire yang hidup ratusan tahun dan pandai menahan diri hanyalah kau. Sejauh mataku memandang, kau satu-satunya vampire dari klan Cho yang masih bertahan. Satu-satunya vampire yang bertahan hanya karena menunggu cinta sejatinya. Vampire macam apa kau ini. Kau bahkan lebih lemah dari ku”

Rahang kyuhyun mengatup keras. Dengan susah payah kyuhyun menelan ludah ketika mendengar perkataannya. Dia benar. Lee Hyukjae benar. Ada alasan mengapa aku terus bertahan di dunia atas. Alasan konyol yang membuatku tak bisa mengakhiri eksistensiku di dunia. Suatu alasan yang memang akan mengikat abadi padaku karena sebuah peperangan besar antara para Malaikat dan Vampire. Neilse—mengutukku untuk jatuh cinta pada gadis yang sama di setiap reinkarnasi yang aku lakukan.

“Lalu apa hubungannya dengan Fraya?” tanyaku dan tak berusaha memungkiri apa yang di katakan Eunhyuk.

“kau begitu bodoh. Kyuhyun apa kau tidak merasakan sesuatu?” eunhyuk balik bertanya. “Sweetestblood mungkin.”

Dahiku mengernyit. Otak ku berusaha mengolah baik-baik kalimat yang eunhyuk katakan

“Ah, apa kau tidak pernah menyentuh tubuh malaikat itu sebelumnya?” tanyanya dengan nada meledek.

“omong kosong. Mana mungkin sweetestblood ku seorang malaikat?”

“kyuhyun-ah, kau baik-baik saja?” aku menoleh, Fraya melayang ke arahku, raut wajahnya terlihat khawatir dan cemas.

“ahh..fraya! sang pemeran utama muncul. Ini akan semakin menarik” eunhyuk membalikkan tubuhnya. Menatap Fraya dengan pandangan mengejek.

“eunhyuk-ah,maaf merepotkan mu dan terima kasih telah menolong Kyuhyun.” Kata Fraya membuat kedua mataku membulat. Memandang kedua makhluk dunia bawah ini secara bergantian.

“untuk apa kau berterima kasih pada makhluk itu ?” suaraku nyaris hilang. Jika Eunhyuk memang berniat jahat pada Fraya, mengapa gadis ini bisa berbicara sesantai itu padanya.

“kyuhyun-ah. Maaf kalau selama ini aku telah merepotkan mu. Dan sekarang aku akan pergi menjauh dari kehidupan mu”jelas Fraya dengan tatapan polos

“aku akan ikut dengannya untuk di adili di reatres”

“tidak fraya. Vampire bodoh ini tidak akan membawa mu ke Reatres! Tapi dia hanya akan memanfaatkan mu untuk menjadi Neilse” tukasku sengit.

“Itu jauh lebih baik, kyuhyun-ah” fraya bergumam. Ia bergerak menjauhiku, melayang ke arah eunhyuk dan berdiri tepat di sebelahnya. “Jauh lebih baik daripada menjadi malaikat yang tersesat. Kesendirian dan tidak di inginkan itu sangat menyakitkan.”

“Kau tidak pernah sendiri, Fraya!” sergah ku seraya ingin menarik tangannya namun eunhyuk bergerak meraih fraya dan menjauhkannya dari jangkauan ku. Tangan eunhyuk memegang kedua bahu Fraya dengan kuat, menariknya seperti ingin membunuh. Namun Fraya sama sekali tidak melawan, ia hanya meringis dan mentap pasrah.

“fraya, dengar. Aku aku mencintai mu dan aku akan membatumu untuk—“

“Cukup kyuhyun. Aku tahu kau hanya bergurau. Kau keberatan dengan kehadiranku selama ini kan. Aku tahu itu dari tatapan mu” Potong Fraya cepat dan Eunhyuk tertawa mengejek. “Kevin, bisakah kita pergi sekarang juga.”

“Sayang sekali.kisah cinta seorang cho kyuhyun harus kandas menyedihkan seperti ini .” ucap Eunhyuk dan sebuah cahaya hitam pekat memancar dari tangannya.

“Tidak, Fraya. Jangan lakukan itu padanya!!!” detik itu juga Kyuhyun berlari ke arah mereka dan ia kerahkan seluruh ketakutannya untuk menyentuh Fraya. Pria itu menarik tangan gadis itu. Dan tiba-tiba sebuah cahaya putih menyilaukan muncul dari tubuh Fraya, sepasang sayap yang kuat dan kokoh berwarna putih susu yang tak pernah kulihat sebelumnya muncul dari bailik punggung gadis itu.

Dan itulah hal terakhir yang ku ingta sebelum tak sadarkan diri

100 Years Letter’s

Kyuhyun menatap sinar matahari yang bersinar cerah dari balik kacamatanya. Yah kini reikarnasi terakhir Kyuhyun adalah menjadi Daywalker setelah 100 tahun yang lalu. Peluh-peluh keringat membanjiri tubuhnya yang atletis. Sekalipun keadaan begitu panas, namun hatinya terasa dingin. Seperti sebongkah es yang tak mau kunjung mencair. Tak pernha ia sangka bahwa Sentuhan kecil itu membuat Fraya menghilang untuk selamanya dan menemukan alasan agar ia kembali ke Reatres. Mungkin kah seorang malaikat sepertinya bisa bereinkarnasi sama seperti ku…Untuk kembali di pertemukan dengan Kyuhyun di masa selanjutnya.

“pulau ini sangat menyebalkan,kenapa saat kita bertemu harus dalan keadaan yang berbeda.” sapa sebuah suara sengit namun penuh kerinduan. Kyhuyun tersenyum, yah dia menampakkan senyum langkanya kali ini untuk seorang yeoja yang ia cintai, melipat kedua tangannya di depan dada dan melirik sekilas ke arah gadis yang berdiri di sebelahnya. Kulitnya putih pucat dan rambut coklatnya tergerai dengan indah. Namun ia bernafas—dadanya naik turun seolah menunjukkan ada pertukaran udara di sana. Tidak seperti dirinya. Kaku, dingin dan seperti patung es yang mampu berjalan.

“Kau jadi manusia dan aku masih seorang vampire. Ini tidak adil.” Ucap kyuhyun dengan nada lirih.

“Bukankah itu jauh lebih bagus? Kau tidak perlu lagi sembunyi-sembunyi untuk bisa berbicara denganku dan itu akan lebih mempermudah ku untuk bisa menjadi seoerti mu Cho Kyuhyun.”

Kyuhyun meraih rambut gadis itu dan membenamkan wajahnya di sana.perlahan tapi pasti ia mendekatkan wajahnya kearah gadis itu dan melumat setiap ini bibir mungil gadis itu. sembari Menahan godaan untuk tidak menghirup wanginya yang manis. “dengar , bukan ini yang aku inginkan.” Katanya pelan lalu menjauh dari gadis itu.

“kau. Sudah berapa lam kau menjadi manusia eoh! Sehingga kau bisa berkata seperti itu?” ucap kyuhyun dengan smirk evilnya yang khas

“Yaaa.. kenapa kau selalu merusak suasan seroman emmpphhh….”

dan lalu mendaratkan bibirnya lagi di atas bibir gadis itu.

1 menit

2 menit

3 menit

“itu takdir Yoo min jie.! dan tinggal selangkah lagi aku akan mengakhiri kehidupan ku sebagai seorang vampire.”

 

 

Huuuaaaa..eotteohke? eotteohke? Ffnya gaje kah bagus kah atau apa? Heheh mohon RCL nya yah

Mission Unbelievable Chapter 2

29 Mei

donghae_and_eunhyuk_bicycle_shirts-7706

Minggu pukul 7 pagi Ha Na masih bergumul dengan selimut dan gulingnya. Dia selalu ingin bangun siang tiap hari minggu. Namun, Ha Neul seringkali mengusik kesenangannya di akhir pekannya, sehingga ia tidak pernah bisa menikmati akhir pekannya sesuai keinginannya. Biasanya pagi-pagi Ha Neul sudah menerobos masuk kamar Ha Na, lalu menariknya dari tempat tidur dan mengajaknya jalan-jalan dan hanya sekedar joging ditaman. Walau sebenarnya niatnya adalah cuci mata untuk melihat para pria yang juga sedang berolahraga. Dan Ha Na tak pernah bisa menolak ajakan paksa dari sahabatnya itu.

Ponsel Ha Na tiba-tiba saja berdering. Dia meraba-raba meja kecil disampingnya, dimana dia meletakkan ponselnya. Matanya masih sedikit terpejam saat dijawabnya panggilan telponnya. “Halo..”, jawab Ha Na lirih dengan mata yang masih mengantuk dan seperti sulit untuk dibuka. “Ha Na-ya, hari ini aku akan berkencan dengan Donghae!”, teriak Ha Neul dari ujung telpon dengan nada yang sangat girangnya. “Pagi-pagi kau menelponku hanya untuk mengatakan itu! Aku masih mengantuk, jangan ganggu aku! Tapi cepat sekali aksimu, kau benar-benar berusaha keras!”, ucap Ha Na yang langsung membelalakkan matanya begitu mendengar Ha Neul mengoceh. “Tentu. Kau jangan iri kalau aku akan segera mendapatkannya lebih cepat darimu ya! Kau pasti kalah hahaha..!”, seru Ha Neul memamerkan diri dan tertawa. “Aish, kau ini! Tenang saja, aku juga tidak akan kalah! Aku juga pasti akan mendapatkan Eunhyuk! Sudahlah, tutup telponnya, aku mau tidur lagi!”, omel Ha Na. “Kau datanglah ke Lotte World jam 3 sore ini. Aku akan memperlihatkan kemesraan kami berdua padamu hahaha..”, ujar Ha Neul lagi yang tak lepas dari tawanya. “Aish, kau menjijikan sekali, aku malas! Memangnya aku tidak punya pekerjaan lain selain menonton kalian! Kau berisik sekali, aku tutup telponnya!”, teriak Ha Na yang langsung memutuskan pembicaraan dan menaruh kembali ponselnya diatas meja. Ha Na merasa kecolongan start dari Ha Neul. Anak itu ternyata jauh lebih gesit. Ha Na hendak memejamkan matanya kembali untuk tidur. Namun baru saja Ha Na memejamkan matanya beberapa detik, lagi-lagi ponselnya berdering. Ha Na kesal karena Ha Neul terus saja mengganggunya. “Halo. Apa lagi? Kau ingin menyuruhku untuk datang kesana dan menonton kalian yang sedang bermesraan, hah!? Aku ingin tidur lagi, jangan ganggu aku!”, Ha Na mengomel panjang lebar. “Halo. Apa ini Kim Ha Na?”, tanya seorang pria di ujung telpon yang terdengar sedikit tertawa. Ha Na terdiam dan berpikir, “Astaga, ini suara pria. Aku pikir Ha Neul. Memalukan sekali”. “Ah, iya. Kau siapa?”, jawab Ha Na yang sedang menahan malu, walau tak terlihat oleh pria diseberang telpon itu. “Aku eunhyuk. Apa kau masih ingat?” “Ah ya, Eunhyuk-ssi. Aku minta maaf tadi, aku pikir Ha Neul menelponku lagi hehehe..”, ucap Ha Na berusaha untuk menjelaskan. “Tidak apa-apa. Aku mengerti”, sahut Eunhyuk yang terdengar tertawa disela-sela ucapannya. “Iya. Ada apa, Eunhyuk-ssi?”, tanya Ha Na kemudian. “Apa kau tidak kehilangan sesuatu? Kemarin kau meninggalkan jam tanganmu, apa kau tidak ingat?”, jawab Eunhyuk. “Jam tangan?! Ah iya, aku kehilangan jamku! Apa tertinggal ditempat karaoke?”, Ha Na bertanya. “Iya, aku menemukannya tergeletak dimeja saat kau sudah pulang. Apa kau ingin aku untuk mengantarkannya kerumahmu?”, Eunhyuk menawarkan diri. “Ah tidak perlu. Kita bertemu diluar saja, bagaimana?” “Baiklah. Bagaimana kalau kita bertemu di Lotte World sore ini jam 3?”, usul Eunhyuk. “Iya baiklah kalau begitu. Kita bertemu disana saja”, jawab Ha Na. “Oke, aku akan menunggumu di depan gedung!”, ucap Eunhyuk. “Ne”, sahut Ha Na singkat. “Sampai  ketemu nanti sore ya! Bye..”, ucapnya. “Bye..”, balas Ha Na mengakhiri pembicaraan. Eunhyuk pun langsung menutup telponnya. Ha Na tampak tersenyum dan berteriak riang, “Ini benar-benar suatu kebetulan yang menguntungkan bagiku! Senangnya! Ha Neul, aku akan datang! Kau lihat saja, aku akan merusak acaramu nanti! Memangnya kau saja yang bisa hahaha..!”. Karena begitu girangnya Ha Na pun segera mengirimi Ha Neul pesan singkat yang berisi “Ha Neul-ah, aku juga akan pergi berkencan dengan Eunhyuk hahaha..”. Dan dengan cepat Ha Na mendapat balasan pesan dari Ha Neul. Dia menanyakan tempatnya, namun Ha Na hanya menjawab “Itu rahasia, aku takut kau hanya akan mengganggu hahaha..”. Ha Neul membalas pesan Ha Na lagi dengan isi, “Kau gadis tengik, aku tidak akan kalah darimu! Kita lihat saja nanti hahaha..!”. Ha Na tidak membalas pesan Ha Neul lagi, dia hanya tertawa dan segera beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi.

* * *

setelah menutup telponnya, Eunhyuk tersenyum sendiri sambil menatap jam tangan yang sedan dipegangnya. lalu tiba-tiba Donghae masuk ke kamar dan memrgokinya yang sedang bertingkah aneh. “Kenapa kau senyum-senyum sendiri seperti itu? apa itu jam tangan milik Ha Na?”, tanya Donghae heran pada Eunhyuk. Eunhyuk hanya menjawab dengan anggukan dan tersenyum. “Apa kau benar-benar tidak ingin ikut denganku nanti sore? Kau ajak saja Ha Na pergi bersamamu, kita Double Date haha..”, ujar Donghae. “Aku akan pergi kesana bersamanya”, ucap Eunhyuk pelan. “Kesana kemana? Maksudmu ke Lotte World juga? Kau benar-benar sudah mengajak Ha Na rupanya! Hahaha…baiklah!”, Donghae tertawa. “Kita bertemu disana saja! Kau pura-puralah ini suatu kebetulan hahaha…”, ucap Eunhyuk ikut tertawa. “”Ya baiklah aku mengerti!”, sahut Donghae.

Posted by Iyagi

Mission Unbelievable Chapter 1

26 Mei

 

 

donghae_and_eunhyuk_bicycle_shirts-7706

Kim Ha Na dan Park Ha Neul, dua sahabat karib sejak kecil, sedang menikmati malam minggu mereka dg berkaraoke bersama. Mereka selalu pergi berdua sambil sesekali mengadu peruntungan mereka untuk menemukan pria tampan saat sedang berjalan-jalan. Mereka seperti dua orang gadis aneh yang selalu berbuat gila dan onar dimanapun tanpa mengenal tempat. Mereka bersekolah di sekolah khusus wanita, sehingga pria tampan ibarat guci antik bagi mereka. Tak jarang seorang pria sebayanya dari sekolah asrama pria selalu lari ketakutan karena diperebutkan oleh mereka berdua. Karena mereka kerap kali berlomba untuk mendapatkan kekasih dan sialnya pria yang dijadikan rebutan seringkali pria yang sama.
“Hei, kali ini giliranmu yang membayar!”, ujar Ha Neul. “Ya baiklah, tak usah khawatir!”, sahut Ha Na. “Aku mau ke toilet dulu sebentar. Aku akan menyusulmu diruang biasa”, ucap Ha Neul yang langsung berlalu pergi, sementara Ha Na reservasi tempat. Dan ternyata ruangan yang biasa mereka tempati sudah dipesan oleh orang lain. Pegawai karaoke tersebut tidak mungkin memindahkan tamu yang sudah menyewa tempat itu lebih dulu dari mereka. Mau tak mau Ha Na harus menerimanya, lalu memesan ruangan lain yang masih tersedia. Ha Na segera keruangan tersebut. Sambil menunggu Ha Neul datang, dia pun bernyanyi-nyanyi sendiri. Ha Na sudah menyanyikan 2 buah lagu kesukaannya, tapi Ha Neul tak kunjung datang. Padahal Ha Na sudah mengiriminya sms kalau ruangannya bernomor 201, bukan ruang yang biasa mereka tempati yang bernomor 213. Akhirnya karena tak sabar menunggu, Ha Na pun menyusulnya ke toilet. Ha Na mencarinya ke dalam toilet, tapi ternyata Ha Neul tak ada. Di telponnya Ha Neul, namun dia tidak juga menjawab panggilan Ha Na. Ha Na bingung, dia khawatir Ha Neul menghilang atau pergi begitu saja. Ha Na berjalan melewati ruang 213 dan dia mendengar suara Ha Neul yang sedang bernyanyi sambil sesekali tertawa riang. Tanpa pikir panjang, Ha Na pun masuk ke ruangan itu.
“Park Ha Neul!!! Bagaimana bisa kau berada disini! Aku menunggumu disana dan mencarimu kemana-mana!”, teriak Ha Na begitu melihat Ha Neul yang sedang bernyanyi-nyanyi. “Oh,kau sudah datang!”, sapa Ha Neul dengan santainya.
Ha Na tak menyadari ada dua pria yang sedari tadi memperhatikan mereka.
“Ehem..”, salah satu dari pria itu berdehem pelan.
Ha Na menoleh, dilihatnya dua orang pria sedang duduk memperhatikan dirinya dan Ha Neul berdebat seraya tersenyum manis padanya. Ha Na tampak kikuk dan diapun balas tersenyum pada mereka. Lalu tanpa pikir panjang Ha Na segera menarik tangan Ha Neul untuk membawanya keluar ruangan.
“Ayo ikut aku!”, ucap Ha Na pada Ha Neul. “Aku akan segera kembali! Tunggu ya!”, ujar Ha Neul dengan penuh semangat ke arah kedua pria itu. Sementara itu keduanya hanya tersenyum dan saling memandang dengan heran tanpa berkata apa-apa.
“Kau mengganggu saja!”, omel Ha Neul. Ha Na memukul kepala Ha Neul dan Ha Neul pun mengusap-usap kepalanya. “Ya baiklah, ayo kita kejar mereka bersama-sama!”, ujar Ha Neul lagi. “Bodoh, seenaknya saja kau meninggalkanku disana dan bersenang-senang sendiri disini! Kau sengaja tak mengangkat telpon dan kau juga tak membaca pesanku, hah!”, omel Ha Na. Sementara itu Ha Na malah tertawa senang dan berkata, “Tapi sekarang kau sudah menemukanku, jadi ayo kita kembali ke ruangan mereka!” “Siapa mereka? Aku suka yang berjaket biru!”, ucap Ha Na. “Apa!? Tidak! Kenapa kali ini sama lagi!?”, protes Ha Neul. “Ah sial, kenapa selalu begini!”, pekik Ha Na. “Pokoknya dia milikku!”, seru Ha Neul. “Kita suit saja untuk menentukannya, bagaimana?”, usul Ha Na. “Ya baiklah, ayo!”, sahut Ha Neul.
“Rock Scissor Paper!”, ucap mereka bersamaan. “Yeah aku menang!”, teriak Ha Neul dengan girangnya. “Yah, kita ulangi sekali lagi?”, pinta Ha Na. “Tidak mau! Yang bernama Lee Donghae itu milikku, kau Lee Hyukjae saja! Jangan ganggu dia, ingat itu!”, ancam Ha Neul. “Jadi nama mereka Lee Donghae dan Lee Hyukjae. Ya baiklah, huh!”, sahut Ha Na agak lesu. “Ayo kita masuk lagi ke ruangan mereka! Kali ini kita harus bisa dapatkan mereka, oke!”, seru Ha Neul bersemangat. “Tapi ruangan yang sudah kita pesan?!”, tanya Ha Na. “Biarkan saja! Kita fokus ke target kita dan mulai jalankan misi kita seperti biasa!”, sahut Ha Neul seraya tertawa. “Baiklah, ayo semangat!”, ujar Ha Na menimpali.
Lalu Ha Na dan Ha Neul pun kembali masuk ke ruangan tersebut. Dilihatnya kedua pria itu sedang bernyanyi. Mereka menyanyikan lagu Oppa-Oppa sambil menari. Ha Na dan Ha Neul hanya bengong melihat mereka bernyanyi dan menari.
“Prok Prok Prok.. Daebak! Keren!”, teriak Ha Na n Ha Neul serempak sambil bertepuk tangan begitu mereka selesai bernyanyi. Kedua pria itu hanya tersenyum simpul saat dipuji. Lalu mereka saling berpandangan dengan heran. Sementara itu Ha Na dan Ha Neul tersenyum manis pada mereka.
“Umm~ kenalkan ini sahabatku Ha Na!”, seru Ha Neul. Lalu Ha Na mengulurkan tangannya pada Donghae. Diapun menyambutnya dan menyebutkan namanya. Setelah itu Ha Na mengulurkan tangannya pada Lee Hyukjae, Ha Na sempat terpana pada tariannya tadi. Lee Hyukjae tersenyum pada Ha Na dan berkata, “Aku Lee Hyukjae, panggil saja Eunhyuk.” “Apa kalian murid SMA?”, tanya Donghae. Ha Neul mengiyakan dan balik bertanya, “Bagaimana dengan kalian?” “Kami mahasiswa tingkat akhir”, Eunhyuk yang menjawabnya. “Berarti kalian kira-kira berusia 24 tahun?”, Ha Neul bertanya lagi. “Kami 28 tahun”, sahut Donghae. “Apa kalian tidak lulus-lulus? Kalian pasti sudah menikah?”, giliran Ha Na yang bertanya. Mereka berdua hanya tertawa, lalu Donghae berkata, “Tidak, kami belum menikah.” “Kalau begitu menikah saja denganku, Donghae-ssi”, celetuk Ha Neul dengan tersenyum lebar. “Dia sedang tidak waras, tolong maafkan dia”, sahut Ha Na menimpali. Kedua pria itu tertawa kembali saat mendengar ucapan spontan Ha Na, sedangkan Ha Na hanya memasang tampang bodoh.
Dua gadis bodoh itu benar-benar menikmati malam mereka dengan bersenang-senang rupanya. Mereka tidak mempermasalahkan umur Donghae dan Eunhyuk yang sudah ahjussi, karena Ha Na dan Ha Neul menyukai mereka. Bahkan Ha Na dan Ha Neul sedang berupaya menjalankan misi mereka untuk mengencani Donghae dan Eunhyuk.

posted by Iyagi

%d blogger menyukai ini: