Ficlet: Shadow

12 Jul

Tepat pukul 7 malam, ia pulang ke
rumahnya. Tanpa perlu tergesa, ia
melangkahkan kakinya pelan menaiki tiap
anak tangga menuju kamarnya.
Awalnya ia tak berniat untuk pulang ke
rumah setelah apa yang terjadi antara
dirinya dan Ibunya siang tadi. Hanya
saja ia benar – benar tak memiliki tempat
tujuan untuk melarikan diri. Hingga
akhirnya ia memilih menyingkirkan
egonya dan menekan lukanya sekali lagi.
Setidaknya ia merasa sedikit lega karena
tak mendapati seorang pun anggota
keluarganya di rumah begitu ia pulang.
Walau begitu ia masih tetap bisa
merasakan hawa panas tiap kali
menginjakkan kakinya ke rumahnya.
Ia membuka dengan perlahan kenop pintu
kamarnya yang sempat dibiarkannya
terbuka begitu saja saat ia pergi dengan
penuh amarah siang tadi. Kalau saja ia
punya tempat lain untuk bersembunyi
selain kamarnya, tentu ia takkan
kembali ke rumah.
“Kau sudah kembali?” tanya seseorang
dimana suaranya cukup
mengejutkannya.
“Sedang apa kau disitu?” ia balik
bertanya.
Seorang gadis berambut coklat lurus
sebahu berdiri di hadapan sebuah cermin,
tak menjawabnya. Tapi kemudian ia
membalikkan badannya untuk
menatapnya. Sebuah senyuman
menyeringai dalam sekejap terukir di
wajahnya.
“Untuk apa kau kembali?” pertanyaan
sarkastik terlontar dari bibirnya.
“Bukankah kau sudah kuberi kesempatan
untuk melarikan diri?”
ia terdiam, menundukkan wajahnya
dalam, tak tahu bagaimana harus
menjawab pertanyaannya. Memang benar
ia mempunyai kesempatan untuk pergi.
Tapi, ia tak memiliki apapun untuk bisa
bertahan seorang diri di luar sana.
“Jadi kau mengakui kekalahanmu?” lagi
pertanyaan mengejeknya terdengar.
“Tidak. ini baru awalnya. Aku… akan
bertahan. Sekalipun dunia menentangku,
aku akan terus berdiri.”
Gadis itu tersenyum padanya.
Memperlihatkan sekali lagi keberaniannya
yang selama ini disimpannya. Ia pun
membalas senyuman gadis dalam cermin
tersebut. Ya, gadis itu tak lain adalah
dirinya sendiri.

Iklan
%d blogger menyukai ini: