JYJ [ONESHOT] – Yoochun – Because I’m In Love

11 Jun

yoochun-mickyfan-MPM-MickyHousey-4

Han Suji atau yang biasa dipanggil Suzy, sedang asik menikmati makan malamnya dengan semangkuk ramen disebuah minimart 24 jam sambil sesekali menatap hujan ke arah luar jendela. Suzy baru saja pulang mengajar di SMA Inha. Namun karena ditengah jalan hujan turun dengan derasnya dan dia tidak membawa payung, dia pun mampir ke sebuah minimart untuk berteduh. Hari ini cukup melelahkan baginya. Menghadapi murid-murid SMA bukanlah pekerjaan mudah, yang hanya seorang guru baru yang masih belum berpengalaman. Salah seorang muridnya yang bernama Park Yoohwan adalah salah satu dari sekian murid yang seringkali membuat kepalanya berdenyut karena ulahnya. Anak itu seringkali menyatakan cintanya pada Suzy, bahkan mengajaknya menikah setelah dia lulus. Bahkan dia juga kerapkali mengajak Suzy untuk kencan dengannya, yang tentunya selalu dia tolak.
Suzy menghela napasnya dengan berat. Hujan belum berhenti dan masih menyisakan gerimis. Dilihatnya jam tangan yang melingkar dipergelangan tangannya, hampir menunjukkan pukul 8 malam. Ramennya sudah habis sejak tadi, tapi dirinya masih tertahan di minimart. Diteguknya secangkir teh hangat didepannya hingga habis. Lalu dia pun beranjak pergi dari situ. Saat hendak berjalan keluar pintu minimart, tubuhnya bertabrakan dengan seorang pria yang hendak masuk ke dalam minimart, hingga ponsel keduanya terjatuh dilantai. Pria tersebut menutup mulut dan hidungnya dengan syal hitam. “Apa Nona baik-baik saja? Maaf, aku tidak sengaja”, ucapnya pelan. “Tidak apa-apa. Aku yang minta maaf karena tak melihat anda masuk”, sahut Suzy. Lalu Suzy mengambil ponselnya yang terjatuh itu dan segera keluar dari minimart.
***
“Selamat pagi, Noona!”, sapa Yoohwan tersenyum cerah pada Suzy yang sedang menuju sekolah. “Anak bodoh, berhentilah memanggilku Noona! Ini disekolah!”, omel Suzy. “Tapi aku menyukainya. Noona Noona Noona jadilah kekasihku”, ujar Yoohwan dengan nada bernyanyi. Suzy pun hendak melayangkan tangannya untuk memukul kepala Yoohwan, yang kemudian ditangkapnya dan diciumnya tangan Suzy. Segera saja Suzy menghempaskan tangannya dari genggaman Yoohwan dan berjalan mendahuluinya. Dia bergegas menuju ruang kantornya. Kemudian tiba-tiba ponselnya berdering dan Suzy merasa ringtone hp-nya berbeda dari sebelumnya. Lalu dilihatnya layar ponsel tersebut untuk melihat siapa yang menghubunginya. Dan tertera angka-angka yang sepertinya tak asing baginya. Ini nomorku, pekiknya dalam hati. Suzy berpikir berarti ponsel ini bukanlah miliknya. Bagaimana bisa tertukar, pikirnya. Dia pun segera mengangkat telpon itu. “Halo.. Ah, akhirnya tersambung juga!”, seru suara seorang pria diujung telpon. “Halo..”, sahut Suzy. “Sejak semalam saya berusaha untuk menghubungi anda, tapi selalu tidak aktif. Maaf Nona, sepertinya anda telah membawa ponsel saya, sementara ponsel anda ada pada saya”, ujarnya. “Ah maafkan saya. Saya tidak sengaja”, ucap Suzy. “Tidak apa-apa, Nona. Bisakah anda memberitahukan alamat anda agar saya dapat mengembalikan ponsel anda?”, tanyanya. “Tapi saya sedang mengajar. Bagaimana kalau kita bertemu saat jam makan siang saja?”, kata Suzy. “Baiklah kalau begitu. Saya akan sms-kan alamat dimana kita akan bertemu nanti ya? Terima kasih, Nona”, ujarnya. “Saya yang seharusnya berterima kasih dan maaf karena saya telah membawa ponsel anda”, jawab Suzy. Pria itu hanya berkata tidak apa-apa dan lalu menutup pembicaraan.
***
Suzy menemui pria itu disebuah restoran daging didaerah yongsan. Saat Suzy masuk, pria itu segera melambaikan tangannya memberitahukan keberadaannya. Lalu Suzy menghampirinya dan duduk dihadapannya. “Ini ponsel anda”, ujar Suzy yang langsung menyerahkan ponsel pria itu. Dia mengucapkan terima kasih seraya tersenyum menerimanya dan juga menyodorkan ponsel Suzy. Suzy pun berterima kasih sambil menerimanya dan hendak beranjak pergi sebelum ditahannya. “Ehm~bukankah ini sudah jam makan siang? Sebaiknya anda makan saja dulu. Aku sudah memesan dua porsi”, ucapnya. Kemudian seorang pelayan datang membawakan sup daging yang dipesan pria itu. “Ayo duduklah Nona Han! Tenang saja, biar saya yang mentraktirmu”, ujarnya. Suzy hanya diam termangu. “Duduklah, kumohon”, pintanya. Akhirnya Suzy duduk kembali di kursinya. Lalu dia mengenalkan dirinya yang bernama Park Yoochun dan bekerja sebagai seorang arsitek. Mereka mengobrol banyak dan sesekali mereka tertawa saat merasa obrolan mereka tersebut lucu. Walaupun ini merupakan pertemuan pertama mereka, tapi karena sifat dasar Yoochun yang atraktif dan ramah, itu membuat Suzy merasa nyaman.
***
Suzy merebahkan tubuhnya diatas tempat tidurnya sambil membuka galeri ponselnya. Namun tiba-tiba dia menemukan foto Yoochun yang sedang tertidur dengan mulut menganga lebar. Suzy pun tertawa melihatnya. “Aku baru saja menemukan ini”, Suzy mengirim pesan pada Yoochun disertai foto tersebut. Yoochun pun segera membalas pesan Suzy dan mengatakan kalau itu pasti ulah adiknya. Yoochun pernah berkata kalau dia ingin mengenalkannya pada adiknya. Setelah beberapa bulan berkenalan, mereka akhirnya menjadi sepasang kekasih. Yoochun menyatakan perasaannya saat kencan peratama mereka di taman di daerah myeonggi-dong. Yoochun berkata kalau ia ingin mengenalkannya pada adiknya esok hari, dimana mereka janji bertemu di kafe Cojje.
Keesokkan harinya seperti yang dijanjikan, Suzy pun datang ke kafe Cojjee, tempat favorit mereka berdua. Suzy masuk ke kafe dan Yoochun sudah menunggunya disana sendirian. Suzy bertanya apakah adiknya tidak jadi datang. Yoochun menjawab kalau dia sedang dalam perjalanan. “Maaf hyung, aku terlambat. Miss Han!”, celetuk seseorang. Suzy agak terkejut mengetahui kalau Yoohwan adalah adik Yoochun. “Hyung, jadi.. Kenapa kau merebut wanita yang kusuka, Hyung! Aku tidak bisa menerimanya!”, teriak Yoohwan yang segera pergi dari situ.
Semenjak hari itu Suzy dilema. Bahkan sudah beberapa hari ini Yoohwan pun berubah sikap padanya, dingin. Begitu pula sikap Suzy yang berubah menjadi pendiam dan sering melamun, karena sudah seminggu tidak menghubunginya. Yoohwan yang melihat Suzy seperti itu jadi merasa bersalah.
“Aku akan kembali ke California besok pagi. Aku ada pekerjaan disana dan mungkin aku tidak akan kembali lagi kesini. Kalau kau mencintai Suzy, aku akan merelakannya untukmu”, ujar Yoochun pada Yoohwan dari balik pintu kamarnya, yang baru saja masuk ke kamar. Yoohwan mendengarnya,tapi dia pura-pura tak mendengar.
***
“Dia akan pergi ke California hari ini dan aku tidak tahu apa dia akan kembali lagi atau tidak. Apa kau tidak ingin mengejarnya? Waktumu hanya satu jam dari sekarang”, beritahu Yoohwan. Tentu saja ini membuat Suzy terhenyak. “Sepertinya kau puas memisahkan kami”, gumam Suzy dengan mata berkaca-kaca. “Aku minta maaf. Aku terlalu egois. Ayo cepat kita susul kakakku! Aku akan mengantarmu!”, seru Yoohwan. Yoohwan mengantar Suzy hingga bandara. Begitu sampai di bandara, Suzy segera berlari mencari Yoochun. Dia berteriak memanggil-manggil namanya. Akhirnya Suzy menemukan Yoochun, yang hampir saja masuk ke gate entrace. Suzy meneriaki namanya hingga Yoochun menghentikan langkahnya dan menoleh. “Jangan pergi! Kumohon jangan pergi! Aku tak ingin kau pergi!”, ucap Suzy dengan suara bergetar. Yoohwan berdiri tak jauh dibelakang Suzy dan menatap kakaknya itu dengan tersenyum menganggukkan kepalanya pelan. Yoochun yang mengerti maksud adiknya itu hanya tersenyum dan kemudian berlari memeluk Suzy. “Aku harus pergi. Aku ada pekerjaan disana. Aku tidak akan kembali..dalam sebulan. Jadi kau tunggulah aku selama sebulan”, ujar Yoochun tersenyum. “Selama itukah? Bagaimana kalau seminggu saja?”, Suzy menyahut. “Sepertinya ada yang tidak tahan ditinggal lama-lama, seperti anak kecil saja!”, celetuk Yoohwan menimpali. “Kenapa kau mengganggu kemesraan kami, pergi sana!”, ujar Suzy pura-pura mengusir Yoohwan sambil tertawa. “Ya baiklah, aku akan pergi”, kata Yoohwan yang pergi menjauh. “Aku akan kembali setelah pekerjaanku selesai. Kau tunggu aku dan jangan coba-coba mengencani pria lain, seperti Minho! Atau aku akan menceraikanmu!”, ancam Yoochun. “Tapi aku suka Minho. Dia lebih tampan darimu haha..”, sahut Suzy. “Apa kau bilang!? Aish, aku marah!”, sungut Yoochun. “Tapi kaulah yang kucintai”, bisik Suzy yang kemudian mengecup pipi Yoochun. Dan panggilan untuk segera memasuki pesawat pun berkumandang, Yoochun pun segera berpamitan pada Suzy dan mengecupnya singkat.
“Oh iya, hari ini kita tidak usah kembali ke sekolah. Kita pulang ke rumahmu saja, Miss!”, kata Yoohwan yang berjalan disebelah Suzy dan akan mengantarnya pulang. “Mau apa kau ingin kerumahku?”, tanya Suzy. “Mengencani Chaerin, adikmu hahaha..”, sahutnya tertawa. “Apa!? Kau anak bandel, tak akan kubiarkan kau mendekatinya!”, teriak Suzy.

posted by Iyagi

Iklan
%d blogger menyukai ini: