My Sweetest Blood is an ANGEL? (VAMPIRE)

2 Jun

My Sweetest Blood Is an ANGEL

 

 

Author : Ade Sughi

Rating : 15>

Genre : romance, gokil, fantasi dan horor

Cast : Cho Kyuhyun and Yoo Min Jie 306479_356862557755188_2046407778_n

Length : One shoot

Other : tentuin sendiri aja ya ^.^

Langsung aja ya >.

Mian kalo ngawur banyak typo bertebaran dan engga nyambung,maklum masih amatiran karena baru bikin yang oneshoot. dan ini FF kedua setelah MAARY U ^^

No Bash and Happy Reading ^^

No Coppy apalagi sampe Di paste.

Aduh Thor banyak bacot deh lo! Kaya FF loe bagus aja xD

 

 

 

 

“kyuhyun-ah ireonayo! Kyuhyun-ah ireona ppaliwa!”

Suara itu, rasanya suara itu sangat familiar di telingaku. Suara yang lembut dan menggemaskan, tapi itu cukup menganggu rutinitas tidurku yang benar saja ini hampir pukul 01.05 a.m. dan kini ada tangan yang mulai menggoyangnya kan tubuh ku berulang-ulang kali. Karena aku merasa risih ku balikan tubuh ku keasal suara itu, ku kumpulkan semua tenaga untuk membuka mata dan kulihat sepasang mata almond berwarna coklat sedang memperhatikan gerak tubuh ku! Wajah wajah itu sepertinya sangat familiar dengan kehidupan ku, wajah yang kecantikkan nya di luar nalar ku sebagai seorang vampire kini berada di dalam kamar ku menemaniku tidur. Tunggu! Tidur.

“k kau….hah KAU! APA YANG KAU LAKUKAN DI KAMAR KU EOH?” ucap kyuhyun terperonjat kaget saat mendapati seorang yeoja sedang berada di kamar nya dan bahkan tidur disampingnya.

“w wae? Apa ada sesuatu diwajahku eoh?” ucap gadis itu dengan polosnya seraya mendekatkan wajahnya kearahku. Entah apa yang ada di dalam pikiran gadis itu.

‘aiishhh…kau ini polos bodoh atau apa! Apa kau tidak melihat keadaan ku sekarang yang sedang half naked’ gerutu kyuhyun seraya menutupi tubuhnya dengan selimut

“aku dengar itu CHO KYUHYUN! Dan berhentilah memanggilku bodoh. Aku. nama ku Yoo Min Jie. Bukan kah kau yang memberi ku nama itu? Tapi kenapa kau melupakan nya sekarang?” Protes gadis itu panjang lebar dengan sedikit penekanan.

“arrghh…arraseo arraseo! Sekarang bisakah kau keluar aku ingin berganti baju….”

“…………”

“wae? Apa kau ingin melihat ku berganti baju eoh?”

“kau pikir aku tertarik pada tubuh anchovy mu itu hah?”

‘hah..aku lupa! Dia itu seorang malaikat. Mungkin dia sudah terbiasa dengan ini…akkkkhh ini gila!’ gumam kyuhyun

————–skkkiiippp

“kyuhyun-ah…apa aku boleh ikut dengan mu?” ucap gadis itu dengan puppy eyes nya

“kyuhyun-ah…aku bosan! Selama ini aku hanya bias berdiam diri dan terkurung di tempat yang membosankan ini setiap hari. Aku juga kan butuh udara baru!” lanjutnya tapi hanya mendapatkan respon gelengan dari kyuhyun. Yahh..gadis itu memang seperti kerbau yang di cocok hidungnya, ia hanya bisa pasrah dengan keputusan kyuhyun. Yah walau pun sebenarnya ia bisa keluar tanpa di ketahui kyuhyun.

“haahhh..baiklah baiklah! Ikut aku” ucap pria itu dengan nada mengalah

@garden flower

“wwhuuuaaaa…..ini sangat indah! Neomu neomu yeopo kyuhyun-ah!” ucap Gadis itu dengan gummy smile nya.

Tuhan..kenapa kau membuang malaikat secantik dan sepolos dia, sebenarnya kesalahan apa yang dia perbuat hingga Kau membuangnya.

“aku tidak di buang! dan Aku tidak pernah di buang.” Sergah gadis itu yang tiba-tiba sudah ada disamping kyuhyun.

“Aku hanya harus menjalankan tugas ku sebagai seorang malaikat”

“apa tugas mu? Rasanya aku baru mendengar semua itu. Lagi pula saat itu aku menemukan mu 5 bulan yang lalu juga dalam keadaan lemah dan…”

“kalau aku tau tugas ku sebenarnya apa! Mungkin sampai kapan pun aku tidak akan pernah mau di utus untuk turun ke bumi. Kenapa vampire semacam mu tidak mengetahui hal ini eoh?” ucap gadis itu dengan nada meninggi.

“sebaikanya kita pulang! Udara malam tidak bagus untuk malaikat seperti mu”

Aku tahu. Min jie-ah! Aku tahu benar apa yang kau rasakan saat ini. Kau terjebak dalam dunia yang rumit untuk menyelesaikan tugas yang sebelumnya tak kau ketahui apa itu? Dan sebenarnya aku juga sudah melakukan hal bodoh dengan mengajak seorang malaikat untuk masuk kedalam kehidupan vampire yang sejatinya akan di musnahkan oleh malaikat kematiannya. Tapi entah kenapa aku malah berbuat sebaliknya. Aku malah menolong Min jie dari Corvinus yang hendak membunuhnya.

“tidak! Bisakah kau menemaniku lebih lama…disini” Serunya padaku. Terbang ke arahku dan meniupkan kesedihan di sekitar tengkukku.

“hentikan Fraya.” Kataku pelan. Hal yang di lakukannya membuatku merasakan kesedihan pilu yang ia rasakan. Aku sebenarnya tak mengerti, aku bisa saja bebas darinya jika aku menginginkan ia pergi. Tapi aku tak bisa mengusirnya—ada sebuah rasa yang meyakinkanku bahwa gadis ini terlalu penting dan aku harus menolongnya. Ayolah, seorang Cho Kyuhyun tidak memiliki hati.

“mianhae Kyuhyun-ah! Aku pikir dengan seperti ini bisa menghilangkan rasa sedih ku. Dan akhirnya kau memanggilku dengan nama asli ku” Ucap gadis itu, yang kini duduk di kursi kosong sebelahku. Menyilangkan kakinya dan melipat tangannya di depan dada.

“Apa rasanya menjadi vampire dan hidup berabad-abad?” tanyanya dengan pandangan lurus ke depan, menatap ke arah udara yang berkeliaran bebas di sekitarnya. Gadis ini sungguh aneh, bukankah tadi dia marah?

“tidak ada yang special. Aku hanya menjalani takdirku.” Jawabku kaku. Min jie kembali duduk tegak, kini menopang kepalanya menggunakan kedua tangannya. Menatapku penuh arti dan baiklah, dia cantik sekali. Sudah ku bilang bahwa kecantikkannya di luar nalar

“Takdir?” gumamnya. Menoleh ke arahku dan memamerkan gummy smile terbaiknya. “Begitu ya? Jadi apakah menjadi malaikat aneh seperti ini merupakan takdirku?” tanyanya gamang, menantiku untuk menjawab pertanyaannya yang lebih mirip jebakan.

“Tidak. Itu bukan takdirmu. Kau hanya melupakan bagaimana caranya agar kau menerima takdirmu.” Kataku. Berusaha sekeras mungkin untuk tidak menimbulkan spekulasi berlebihan pada dirinya.

“Aku hanya tidak tahu Kyhyun-ah. Aku hanya tidak mengerti kenapa aku bisa menjalankan tugas yang tak ku ketahui untuk apa?.”

Aku berdehem sebentar, memicingkan mata ke arah corvinues yang menatapku dengan pandangan penuh arti. Menerka-nerka apa yang di pikirkan orang itu. Ah tidak vampire gila itu karena aku sama sekali tak bisa membaca pikirannya. Satu-satunya orang yang pikirannya tak terbaca sedikitpun. Aku menggeram sedikit dengan tujuan agar di bisa menjauh. Setidaknya sekarang ini.

“Kau pasti melupakan sesuatu sebelum kau mati. Orang tua kolot biasanya mengatakan hal seperti itu.”

07.50 a.m @garden flower’s

Aku kembali mengalihkan perhatianku pada Fraya. Ia kini mengepalkan tangannya dan meninju-ninju udara seolah sedang berlatih tinju . Sikap Fraya cukup menarik sebenarnya. Dia angkuh, keras kepala dan terkadang menyebalkan. Namun entah mengapa aku merasakan sesuatu yang berbeda dari dirinya. Ada sebuah rasa rindu yang melekat ketika menatap kedua matanya yang berwarna biru saphire.

“sudahlah…lebih baik kita pulang! Kau harus istirahat!” kataku memecah suasana

“hei..aku kan tidak perlu istirahat.mana ada malaikat seperti ku istirahat” ucap nya polos yang mengundang gelak tawaku.

“aahhh…kyuhyun-ah! Apa mungkin aku mengalami amnesai saat terjatuh dari langit? Tapi jika iya, bukankah itu konyol, mana ada malaikat yang amnesia? Setahuku malaikat mati pun tidak ada, yang ada hanya malaikat kematian…”

Aku tertawa pelan nyaris terbahak mendengar perkataannya. Beberapa orang menoleh kearah ku dan menatapku dengan pandangan heran, dan sialnya aku lupa menahan nafas selama seperkian detik. Kerongkonganku benar-benar terbakar, harum tubuh mereka membuatku tak bisa berpikir jernih. Ku cengkeram ujung kursi untuk menahan keinginan menerjang tubuh para manusia itu. Secara tidak sadar aku menggeram, rasanya seperti ada sebuah monster yang sudah kupendam lama ingin menyeruak keluar dari dalam tubuhku.

“kyuhyun-ah… Gwaenchanayo?” tanya sebuah suara dengan nada takut. Seisi taman menatapku dengan heran saat melihatku mencengkeram ujung kursi dengan kuat—terlebih lagi memandang Salah satu pria di ujung sana dengan tatapan ingin membunuh.

Kyuhyun-ah, maafkan aku. Aku tak bermaksud untuk….“ suara Fraya menggema di sekitarku. Rasa haus yang menyakitkan membuatku diriku tak bisa melihat sosok rohnya dengan jelas.

“Siapa saja tolong tahan dia! Eunhyuk-ah tolong dia” Fraya menjerit keras. Namun aku tertawa dalam hati karena apa yang ia lakukan hanya sia-sia. Tidak ada satupun yang akan mendengarnya selain aku dan eunhyuk,…..

“kalian ceroboh.”

Sebuah tangan menarik tubuhku dengan paksa. Mencengkeram kedua pergelangan tanganku dengan kuat lalu dengan sigap menyeret tubuhku ke luar taman itu menuju rumah. Aku sama sekali tidak tahu siapa yang menarikku karena tak ada keberanian untuk menatapnya. Kerongkonganku masih terbakar dan rasa dahaga itu masih menyeruak bebas di sekujur tubuhku. Aku takut saat aku membuka mata aku akan langsung menerjang tubuhnya.

“Dengar, ini bukanlah lelucon yang bisa kau mainkan.” Katanya tiba-tiba dan mendorong tubuhku ke dinding, membuat kepalaku terantuk keras di sana. Aku mengangkat wajahku dan bermaksud untuk menerjang balik ke arah orang yang telah menyeretku. Namun keinginanku langsung lenyap ketika melihat wajahnya terlebih lagi ketika aku menyadari tak ada aroma apapun dari tubuhnya.

“Kau pasti sekarang bertanya-tanya mengapa aku tak memiliki harum semanis seperti manusia lainnya.” Katanya dingin. Mata almond hitam pekat dan rambutnya yang menutupi pelipisnya membuatnya terlihat sangat menakutkan. Ada kegelapan yang sama seperti ku terpancar dari dirinya.

“bukalah mata mu kyuhyun” desisnya. Menahan tangannya yang masih mencengkeram kerah kemejaku dengan kuat.

“eunhyuk-ah. Dari mana kau tau…” seruku heran

“Karena gadis itu menjerit.”

“fraya?” tanyaku heran dan seharusnya aku tahu pasti jawabannya ya. Karena tadi Fraya menjerit ketakutan.

“maaf kyuhyun-ah. Aku tidak tahu lagi harus berbuat apa jadi…”ucap gadis itu menyesal

“pergilah. Menjauh dari tempat ini sekarang. Fraya.”

“sepertinya. Aku tidak bisa terus menerus ada dalam bayang-bayang seorang Cho kyuhyun di tempat bodoh ini”Kata eunhyuk. ia berjalan mendekat ke arahku lagi. Menciptakan jarak beberapa meter dari tempatku berdiri.

“aku tau. Dan sepertinya aku harus membiasakan diriku untuk tidak bergantung padamu…”

“tidak. Tanpa fraya, aku harus kembali membawanya ke Reatres untuk di adili”

Saat itu juga aku merasakan ada sebuah sengatan listrik beribu-ribu volt yang menyambar tubuhku. Ada rasa khawatir yang berlebihan saat Eunhyuk menginginkan Fraya untuk ikut bersamanya agar di adili. Dan merubah Fraya menjadi seorang Neilse. Neilse masih termasuk golongan malaikat, namun jika kalian mengira Neilse adalah sekumpulan Malaikat baik hati yang bisa mengabulkan semua permohonanmu dan memberimu keberuntungan itu pemikiran yang bodoh. Neilse adalah Malaikat terkutuk. Mereka di beri sihir yang kuat namun menggunakannya untuk berbuat kejahatan. Membunuh. Tunggu Neilse di ciptakan bukan untuk membunuh Vampire sejenisku dan eunhyuk, melainkan Neilse di ciptakan untuk mebunuh manusia.

“Ku pikir kau masih memiliki jiwa manusia. Kau tak sepenuhnya vampire yang menuruti ucapan Curare. Tapi aku salah? Kau bahkan lebih hina dari ku” tanyaku mengalihkan. Berada di dekat Eunhyuk ternyata membuatku merasa jauh lebih dingin daripada sebelumnya. Padahal aku nyaris seperti patung es yang hidup.

“Bukan urusanmu.” Jawabnya tegas. Raut wajahnya berubah menjadi lebih kejam dan dingin. “Yang harus kau tahu adalah kau yang menghalangi rencanaku.”

“Maksudmu?”

“Bodoh.” Eunhyuk memutar tubuhnya. Menaruh kedua telapak tangannya di pinggiran wastafel lalu memandangku dari balik cermin yang menghadap ke arahku. “Eksistensimu berada di dunia ini ada alasannya bukan? Seorang vampire yang hidup ratusan tahun dan pandai menahan diri hanyalah kau. Sejauh mataku memandang, kau satu-satunya vampire dari klan Cho yang masih bertahan. Satu-satunya vampire yang bertahan hanya karena menunggu cinta sejatinya. Vampire macam apa kau ini. Kau bahkan lebih lemah dari ku”

Rahang kyuhyun mengatup keras. Dengan susah payah kyuhyun menelan ludah ketika mendengar perkataannya. Dia benar. Lee Hyukjae benar. Ada alasan mengapa aku terus bertahan di dunia atas. Alasan konyol yang membuatku tak bisa mengakhiri eksistensiku di dunia. Suatu alasan yang memang akan mengikat abadi padaku karena sebuah peperangan besar antara para Malaikat dan Vampire. Neilse—mengutukku untuk jatuh cinta pada gadis yang sama di setiap reinkarnasi yang aku lakukan.

“Lalu apa hubungannya dengan Fraya?” tanyaku dan tak berusaha memungkiri apa yang di katakan Eunhyuk.

“kau begitu bodoh. Kyuhyun apa kau tidak merasakan sesuatu?” eunhyuk balik bertanya. “Sweetestblood mungkin.”

Dahiku mengernyit. Otak ku berusaha mengolah baik-baik kalimat yang eunhyuk katakan

“Ah, apa kau tidak pernah menyentuh tubuh malaikat itu sebelumnya?” tanyanya dengan nada meledek.

“omong kosong. Mana mungkin sweetestblood ku seorang malaikat?”

“kyuhyun-ah, kau baik-baik saja?” aku menoleh, Fraya melayang ke arahku, raut wajahnya terlihat khawatir dan cemas.

“ahh..fraya! sang pemeran utama muncul. Ini akan semakin menarik” eunhyuk membalikkan tubuhnya. Menatap Fraya dengan pandangan mengejek.

“eunhyuk-ah,maaf merepotkan mu dan terima kasih telah menolong Kyuhyun.” Kata Fraya membuat kedua mataku membulat. Memandang kedua makhluk dunia bawah ini secara bergantian.

“untuk apa kau berterima kasih pada makhluk itu ?” suaraku nyaris hilang. Jika Eunhyuk memang berniat jahat pada Fraya, mengapa gadis ini bisa berbicara sesantai itu padanya.

“kyuhyun-ah. Maaf kalau selama ini aku telah merepotkan mu. Dan sekarang aku akan pergi menjauh dari kehidupan mu”jelas Fraya dengan tatapan polos

“aku akan ikut dengannya untuk di adili di reatres”

“tidak fraya. Vampire bodoh ini tidak akan membawa mu ke Reatres! Tapi dia hanya akan memanfaatkan mu untuk menjadi Neilse” tukasku sengit.

“Itu jauh lebih baik, kyuhyun-ah” fraya bergumam. Ia bergerak menjauhiku, melayang ke arah eunhyuk dan berdiri tepat di sebelahnya. “Jauh lebih baik daripada menjadi malaikat yang tersesat. Kesendirian dan tidak di inginkan itu sangat menyakitkan.”

“Kau tidak pernah sendiri, Fraya!” sergah ku seraya ingin menarik tangannya namun eunhyuk bergerak meraih fraya dan menjauhkannya dari jangkauan ku. Tangan eunhyuk memegang kedua bahu Fraya dengan kuat, menariknya seperti ingin membunuh. Namun Fraya sama sekali tidak melawan, ia hanya meringis dan mentap pasrah.

“fraya, dengar. Aku aku mencintai mu dan aku akan membatumu untuk—“

“Cukup kyuhyun. Aku tahu kau hanya bergurau. Kau keberatan dengan kehadiranku selama ini kan. Aku tahu itu dari tatapan mu” Potong Fraya cepat dan Eunhyuk tertawa mengejek. “Kevin, bisakah kita pergi sekarang juga.”

“Sayang sekali.kisah cinta seorang cho kyuhyun harus kandas menyedihkan seperti ini .” ucap Eunhyuk dan sebuah cahaya hitam pekat memancar dari tangannya.

“Tidak, Fraya. Jangan lakukan itu padanya!!!” detik itu juga Kyuhyun berlari ke arah mereka dan ia kerahkan seluruh ketakutannya untuk menyentuh Fraya. Pria itu menarik tangan gadis itu. Dan tiba-tiba sebuah cahaya putih menyilaukan muncul dari tubuh Fraya, sepasang sayap yang kuat dan kokoh berwarna putih susu yang tak pernah kulihat sebelumnya muncul dari bailik punggung gadis itu.

Dan itulah hal terakhir yang ku ingta sebelum tak sadarkan diri

100 Years Letter’s

Kyuhyun menatap sinar matahari yang bersinar cerah dari balik kacamatanya. Yah kini reikarnasi terakhir Kyuhyun adalah menjadi Daywalker setelah 100 tahun yang lalu. Peluh-peluh keringat membanjiri tubuhnya yang atletis. Sekalipun keadaan begitu panas, namun hatinya terasa dingin. Seperti sebongkah es yang tak mau kunjung mencair. Tak pernha ia sangka bahwa Sentuhan kecil itu membuat Fraya menghilang untuk selamanya dan menemukan alasan agar ia kembali ke Reatres. Mungkin kah seorang malaikat sepertinya bisa bereinkarnasi sama seperti ku…Untuk kembali di pertemukan dengan Kyuhyun di masa selanjutnya.

“pulau ini sangat menyebalkan,kenapa saat kita bertemu harus dalan keadaan yang berbeda.” sapa sebuah suara sengit namun penuh kerinduan. Kyhuyun tersenyum, yah dia menampakkan senyum langkanya kali ini untuk seorang yeoja yang ia cintai, melipat kedua tangannya di depan dada dan melirik sekilas ke arah gadis yang berdiri di sebelahnya. Kulitnya putih pucat dan rambut coklatnya tergerai dengan indah. Namun ia bernafas—dadanya naik turun seolah menunjukkan ada pertukaran udara di sana. Tidak seperti dirinya. Kaku, dingin dan seperti patung es yang mampu berjalan.

“Kau jadi manusia dan aku masih seorang vampire. Ini tidak adil.” Ucap kyuhyun dengan nada lirih.

“Bukankah itu jauh lebih bagus? Kau tidak perlu lagi sembunyi-sembunyi untuk bisa berbicara denganku dan itu akan lebih mempermudah ku untuk bisa menjadi seoerti mu Cho Kyuhyun.”

Kyuhyun meraih rambut gadis itu dan membenamkan wajahnya di sana.perlahan tapi pasti ia mendekatkan wajahnya kearah gadis itu dan melumat setiap ini bibir mungil gadis itu. sembari Menahan godaan untuk tidak menghirup wanginya yang manis. “dengar , bukan ini yang aku inginkan.” Katanya pelan lalu menjauh dari gadis itu.

“kau. Sudah berapa lam kau menjadi manusia eoh! Sehingga kau bisa berkata seperti itu?” ucap kyuhyun dengan smirk evilnya yang khas

“Yaaa.. kenapa kau selalu merusak suasan seroman emmpphhh….”

dan lalu mendaratkan bibirnya lagi di atas bibir gadis itu.

1 menit

2 menit

3 menit

“itu takdir Yoo min jie.! dan tinggal selangkah lagi aku akan mengakhiri kehidupan ku sebagai seorang vampire.”

 

 

Huuuaaaa..eotteohke? eotteohke? Ffnya gaje kah bagus kah atau apa? Heheh mohon RCL nya yah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: